Serangan penyakit pada ikan nila sering muncul mendadak dan baru disadari saat kematian sudah mencapai 20-30 persen populasi. Padahal sebagian besar kasus bisa dicegah lewat manajemen air, kepadatan tebar, dan kualitas benih yang benar sejak awal. Berikut penyakit yang paling sering menyerang nila serta langkah pencegahan dini yang bisa diterapkan di kolam maupun keramba.
Penyakit Bakteri: Streptococcosis dan Motile Aeromonas Septicemia
Streptococcosis (Streptococcus agalactiae) ditandai mata menonjol, renang berputar, dan perdarahan di sirip. MAS atau penyakit merah akibat Aeromonas hydrophila memunculkan luka borok dan perut bengkak berisi cairan. Keduanya meledak saat suhu air di atas 30°C dan kualitas air buruk.
- Jaga kepadatan tebar maksimal 20-25 ekor/m² untuk kolam tanah dan 50-75 ekor/m³ untuk kolam terpal/beton.
- Ganti air 20-30 persen setiap 3-5 hari, atau pasang aerator agar oksigen terlarut minimal 4 mg/L.
- Berikan pakan berprobiotik (Lactobacillus 10⁶ CFU/g) dan tambahkan vitamin C 500 mg/kg pakan selama 14 hari saat cuaca ekstrem.
- Jika muncul gejala, kurangi pakan 50 persen dan tambahkan garam ikan 2-3 g/L untuk mengurangi stres osmotik.
Penyakit Parasit: Trichodina, Ichthyophthirius, dan Argulus
Trichodina dan Ichthyophthirius multifiliis (white spot) menyerang kulit dan insang, membuat ikan menggosokkan tubuh ke dinding kolam. Argulus (kutu ikan) terlihat sebagai bintik hijau pipih menempel di sirip. Parasit ini menyebar cepat pada padat tebar tinggi dan air kaya bahan organik.
- Lakukan pemeriksaan mikroskopis sampel lendir setiap 2 minggu untuk deteksi dini.
- Untuk Trichodina, rendam ikan dalam larutan garam 10-15 g/L selama 15-30 menit atau formalin 25 ml/m³.
- Untuk white spot, naikkan suhu air bertahap ke 30°C selama 3-5 hari dan ganti air 30 persen harian.
- Keringkan dasar kolam 5-7 hari sebelum tebar benih untuk memutus siklus hidup parasit.
Penyakit Jamur dan Masalah Nutrisi
Saprolegnia biasanya muncul sekunder setelah luka akibat penanganan kasar atau suhu dingin. Sementara defisiensi vitamin C dan asam amino esensial menyebabkan scoliosis dan pertumbuhan tidak seragam. Keduanya sering luput dari pengamatan karena tidak menimbulkan kematian massal seketika.
- Hindari menangkap ikan dengan jaring kasar; beri garam 1-2 g/L pasca-sortir untuk mencegah infeksi luka.
- Jaga suhu stabil 27-30°C; fluktuasi lebih dari 3°C per hari memicu stres dan infeksi jamur.
- Gunakan pakan komersial dengan protein 28-32 persen dan tambahkan dedak halus maksimal 20 persen bila mencampur sendiri.
- Buang ikan mati segera dan jangan dibiarkan mengapung lebih dari 6 jam untuk menekan penyebaran patogen.
Langkah Pencegahan Terpadu
Kunci budidaya nila yang sehat adalah biosekuriti sederhana: benih bersertifikat bebas penyakit, karantina 7-10 hari sebelum tebar, disinfeksi peralatan dengan klorin 200 ppm, dan pencatatan harian pH (6,5-8,5), amonia (<0,5 mg/L), serta nafsu makan ikan. Vaksinasi streptococcosis juga mulai tersedia untuk skala pembenihan dan terbukti menurunkan mortalitas hingga 60 persen. Deteksi dini lebih murah daripada pengobatan massal yang membutuhkan antibiotik dan berisiko residu pada hasil panen.