Jamur Saprolegnia adalah momok utama di balik gagal tetas telur nila. Serangan biasanya muncul 24-48 jam setelah telur ditebar, ditandai benang-benang putih seperti kapas yang menyelimuti telur. Jika dibiarkan, infeksi menyebar cepat dan menurunkan daya tetas hingga 60-80 persen dalam hitungan hari.

Kenali Pemicu Sebelum Menyerang

Saprolegnia sebenarnya jamur oportunistik. Ia baru ganas saat kondisi media budidaya memburuk. Beberapa pemicu yang paling sering ditemui di lapangan:

  • Telur mati yang tidak segera dibuang — jamur tumbuh pertama kali di telur fertil yang gagal menetas.
  • Kepadatan telur terlalu tinggi, di atas 1.500 butir per liter air.
  • Suhu air fluktuatif di bawah 26°C, kondisi ideal pertumbuhan jamur.
  • Air mengandung bahan organik tinggi, misalnya sisa pakan atau kotoran yang terlarut.
  • Aliran air statis tanpa sirkulasi, sehingga spora jamur mudah menempel.

Langkah Pencegahan di Hatcheri

1. Sterilisasi wadah dan air

Sebelum telur ditebar, cuci wadah tetas dengan larutan garam 30 gram per liter, diamkan 15 menit, lalu bilas. Air sumber sebaiknya disaring dan diendapkan minimal 12 jam. Jika memungkinkan, gunakan sinar UV atau ozon dosis rendah (0,1-0,2 mg/L) untuk menekan spora di jalur masuk air.

2. Atur kepadatan dan sirkulasi

Jaga kepadatan telur 800-1.200 butir per liter. Pastikan debit air 2-3 liter per menit per tray agar telur terus bergerak lembut dan tidak menumpuk. Telur yang mati wajib disedot setiap 6 jam menggunakan pipet atau selang kecil.

3. Perlakuan antifungal

Beberapa bahan yang umum dan efektif digunakan pembudidaya:

  • Garam ikan: 1-3 gram per liter sebagai rendaman singkat 10-15 menit, atau 0,5 gram per liter sebagai larutan jangka panjang di bak tetas.
  • Methylene blue: 1-2 mg/L, cukup untuk menekan spora tanpa membunuh embrio.
  • Formalin: 25 mL per 100 liter air, rendam 15 menit, ulangi setiap 24 jam selama masa inkubasi.
  • Perasan daun sirih atau ekstrak temulawak: 5-10 mL per liter sebagai alternatif organik, cocok untuk hatcheri skala kecil.

Selalu uji dosis pada 50-100 telur sampel sebelum diaplikasikan ke seluruh bak.

Penanganan Benih yang Sudah Terinfeksi

Jika jamur menyerang benih berumur 3-7 hari, pisahkan segera ke bak karantina. Naikkan suhu air bertahap ke 28-30°C karena Saprolegnia tidak tahan panas. Berikan rendaman garam 5 gram per liter selama 5 menit per hari, lalu ganti air 70 persen. Tambahkan aerasi kuat dan hentikan pemberian pakan selama 24 jam pertama karantina untuk menekan beban organik. Setelah luka putih hilang, benih bisa dikembalikan ke kolam pendederan dengan padat tebar 100-150 ekor per meter persegi.

Kunci utama melawan Saprolegnia bukan pada obat, tapi pada kebersihan dan stabilitas lingkungan. Telur sehat di air bersih dan bersirkulasi baik nyaris tidak pernah terserang jamur. Rutinkan sortir telur, jaga suhu, dan siapkan larutan antifungal standar sebelum musim pemijahan dimulai — kerugian akibat gagal tetas jauh lebih mahal daripada biaya pencegahan.