Momen menebar benih adalah titik paling menentukan dalam siklus budidaya nila. Kesalahan kecil pada tahap ini—suhu yang berbeda, padat tebar berlebihan, atau aklimatisasi yang terburu-buru—bisa menurunkan sintasan (survival rate) hingga 40% dalam sepekan pertama. Padahal, target sintasan normal benih nila ukuran 5–7 cm seharusnya berada di angka 85–95% jika prosedur penebaran dijalankan dengan benar.
Pilih Waktu dan Siapkan Kolam Sebelum Benih Tiba
Benih sebaiknya ditebar pagi hari (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00) saat suhu air kolam stabil di 27–30°C. Selisih suhu air dalam kantong benih dan air kolam tidak boleh lebih dari 2°C. Jika kantong datang dari jarak jauh, apungkan kantong di atas kolam selama 15–20 menit sebelum dibuka, lalu tambahkan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam kantong (metode drip) selama 10 menit. Cara ini mencegah syok osmotik yang sering memicu kematian massal pada hari pertama.
Pastikan kolam sudah melalui tahap pengelolaan dasar: pengeringan, pengapuran 200–300 g/m², dan pemupukan untuk menumbuhkan pakan alami. Ketinggian air awal cukup 40–60 cm agar benih mudah beradaptasi, baru dinaikkan bertahap.
Padat Tebar dan Cara Menebar yang Merata
Kepadatan berlebihan adalah penyebab utama sintasan tidak merata karena kompetisi pakan dan oksigen. Untuk kolam tanah, padat tebar ideal benih 5–7 cm adalah 20–30 ekor/m² pada sistem semi-intensif, atau maksimal 50 ekor/m² bila aerasi dan pakan buatan tersedia memadai. Untuk kolam terpal atau beton, angka ini bisa dinaikkan 10–20% dengan syarat manajemen kualitas air ketat.
Agar sebaran merata, jangan menuang benih di satu titik. Lakukan langkah berikut:
- Basahi kedua tangan atau gunakan ember plastik, jangan jaring yang kasar agar lendir pelindung benih tidak rusak.
- Sebar benih perlahan sambil berjalan mengelilingi kolam, atau bagi kolam menjadi 4–6 titik penebaran.
- Hindari menebar saat angin kencang atau hujan, karena benih cenderung menggumpal di satu sisi.
- Amati 24 jam pertama; jika ada benih yang mengapung lemas, segera kurangi pakan dan tambah aerasi.
Pakan Awal dan Pemeriksaan Setelah Tebar
Benih tidak perlu diberi pakan buatan pada hari pertama karena masih menyesuaikan diri. Mulai hari kedua, berikan pakan halus (crumble) dengan kadar protein 28–32% sebanyak 3–5% dari biomassa per hari, dibagi 3–4 kali pemberian. Berikan pakan di beberapa titik agar tidak terjadi dominasi satu kelompok. Periksa sintasan dengan cara sampling menggunakan seser halus setiap 7 hari; jika ditemukan penurunan drastis, cek parameter air seperti pH (ideal 6,5–8,5), amonia, dan oksigen terlarut (minimal 4 mg/L).
Menebar benih nila bukan sekadar menuang ke kolam, melainkan rangkaian aklimatisasi, padat tebar, dan penyebaran yang terukur. Dengan menjaga selisih suhu di bawah 2°C, menebar merata di beberapa titik, dan memberi pakan bertahap, sintasan 90% bukan target yang mustahil. Benih yang selamat dan tumbuh seragam akan memangkas waktu panen dan menekan biaya pakan per kilogram ikan.